Pelayanan Imunisasi Baduta Di Tinjau Dari Aspek Kesehatan Lingkungan Di Wilayah  UPTD Pukesmas Simpang Teritit Kabupaten Bener Meriah

Authors

  • Ayurike Mahtuah Universitas Abulyatama image/svg+xml Author
  • Khairuman Khairuman Author
  • Mansura Feby Amanda Author

Keywords:

CKG, aspek kesehatan lingkungan, pelayanan imunisasi, baduta, pukesmas

Abstract

 

Abstrak: Imunisasi merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit pada bayi dan anak di bawah dua tahun (baduta). Pelayanan imunisasi yang baik perlu didukung oleh kondisi kesehatan lingkungan yang memenuhi persyaratan, seperti pencahayaan, kebersihan ruangan, dan kualitas udara. Kondisi lingkungan yang kurang baik dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan dalam pelaksanaan pelayanan imunisasi. Di wilayah UPTD   Puskesmas Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, kondisi lingkungan ruang pelayanan perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aspek kesehatan lingkungan, khususnya pencahayaan ruangan, kebersihan ruangan, dan pencemaran udara dengan pelayanan imunisasi baduta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square serta perhitungan Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan imunisasi baduta dalam kategori baik sebanyak 56 responden (74,7%), pencahayaan ruangan dalam kategori baik sebanyak 45 responden (62,7%), kebersihan ruangan dalam kategori bersih sebanyak 58 responden (77,3%), dan kondisi udara dalam kategori tidak tercemar sebanyak 50 responden (66,7%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara pencahayaan ruangan dengan pelayanan imunisasi baduta (p-value = 0,012; OR = 4,286; CI 95% = 1,430–12,846), kebersihan ruangan dengan pelayanan imunisasi baduta (p-value = 0,028; OR = 3,798; CI 95% = 1,195–12,075), dan pencemaran udara dengan pelayanan imunisasi baduta (p-value = 0,012; OR = 4,125; CI 95% = 1,382–12,309). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pencahayaan ruangan, kebersihan ruangan, dan pencemaran udara dengan pelayanan imunisasi baduta di wilayah UPTD  Puskesmas Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Puskesmas diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kondisi kesehatan lingkungan ruang pelayanan imunisasi melalui pemantauan pencahayaan, kebersihan ruangan, dan kualitas udara secara berkala agar pelayanan imunisasi baduta dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan optimal.

 

 

References

Anggraeni, R., Feisha, A. L., Muflihah, T., Muthmainnah, F., Syaifuddin, M. A. R., Aulyah, W. S. N., Rachmat, M. (2022). Penguatan Imunisasi Dasar Lengkap melalui Edukasi pada Ibu Bayi dan Baduta di Desa Mappakalompo, Sulawesi Selatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 2(4), 1215–1222. https://doi.org/10.54082/jamsi.402

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Azwar, A. (2021). Pengantar administrasi kesehatan. Binarupa Aksara.

Fadaei, A. (2021). Can ventilation in healthcare facilities prevent infection COVID-19? Health and Environment, 2(1). https://doi.org/10.25082/HE.2021.01.004

Fund, U. N. C. (2022). Immunization programme overview. UNICEF.

Handayani, R., et al. (2024). Kesehatan lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan. Rajawali Pers.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2024). Pedoman imunisasi di Indonesia (Edisi ke-7). IDAI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. https://repository.kemkes.go.id/book/515

Notoatmodjo, S. (2021). Kesehatan masyarakat: Ilmu dan seni. Rineka Cipta.

Soares, V. S. L., Ornstein, S. W., & França, A. J. G. L. (2022). Current approaches for preventing environment-associated contamination in healthcare facilities: A systematic literature review by open access database. Architecture, Structures and Construction, 439–453. https://doi.org/10.1007/s44150-022-00063-8

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.

Handayani, R., et al. (2024). Kesehatan Lingkungan Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2024). Pedoman Imunisasi di Indonesia (Edisi 7). Jakarta: IDAI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pengelolaan Limbah Medis Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

World Health Organization. (2022). Environmental Health in Health Care Facilities. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2023). Immunization Coverage and Impact. Geneva: WHO.

Legesse, E., & Dechasa, W. (2015). An assessment of child immunization coverage and its determinants in Sinana District, Southeast Ethiopia. BMC Pediatrics, 15, 31. doi:10.1186/s12887-015-0345-4

Lim, K. K., Chan, Y. Y., Ani, A. N., Rohani, J., Norfadhilah, Z. A. S., & Santhi, M. R. (2017). Complete immunization coverage and its determinants among children in Malaysia: findings from the National Health and Morbidity Survey (NHMS) 2016. Public Health, 153, 52–57. doi:10.1016/j.puhe.2017.08.001

Ichimura, Y., Yanagisawa, N., Thandar, M. M., Pathammavong, C., Phounphenghuk, K., Nouanthong, P.,… & Hachiya, M. (2022). The determinants of immunization coverage among children aged between 12 and 35 months: a nationwide cross-sectional study in Lao People’s Democratic Republic. BMC Public Health, 22(1), 2259. doi:10.1186/s12889-022-14522-w

Egondi, T., Oyolola, M., Mutua, M. K., & Elung’ata, P. et al. (2015). Determinants of immunization inequality among urban poor children: evidence from Nairobi’s informal settlements. International Journal for Equity in Health, 14, 24. doi:10.1186/s12939-015-0154-2

Asturiningtyas, I. P., & Wahyuningrum, S. N. (2023). Sociodemographic and healthcare factors as determinants of childhood basic immunization incompletion in Papua. Jurnal Berkala Epidemiologi, 11(1), 50–59. doi:10.20473/jbe.V11I12023.50-59

Marth Henuck, N. A., Ndoen, H. I., & Riwu, Y. R. (2024). Determinants of immunization status among children in Puskesmas Oekabiti area. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 3(3), 572–580.

Jaya, R., Ani, S., Wulandari, K., & Syahri, D. (2022). Hubungan kualitas lingkungan fisik rumah dan status imunisasi dengan kejadian ISPA pada baduta. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 22(2).

Modjo, D., & Ali, L. (2016). Hubungan status imunisasi dan pencemaran udara dengan kejadian ISPA pada baduta (Tolongohula). Zaitun: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1).

Khoirun Nisa, D. M., & Sukesi, T. W. (2022). Hubungan antara kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2).

(2024). Unlocking the potential of Eichhornia crassipes for wastewater treatment: phytoremediation of aquatic pollutants, a strategy for advancing Sustainable Development Goal-06 clean water. Environmental Science and Pollution Research, 31(31), 43561–43582. https://doi.org/10.1007/s11356-024-33698-9

Moritz, C., Field-Fote, E. C., Tefertiller, C., van Nes, I., Trumbower, R., Kalsi-Ryan, S., Purcell, M., Janssen, T. W. J., Krassioukov, A., Morse, L. R., Zhao, K. D., Guest, J., Marino, R. J., Murray, L. M., Wecht, J. M., Rieger, M., Pradarelli, J., Turner, A., D’Amico, J., … Courtine,

G. (2024). Non-invasive spinal cord electrical stimulation for arm and hand function in chronic tetraplegia: a safety and efficacy trial. Nature Medicine, 30(5), 1276–1283. https://doi.org/10.1038/s41591-024-02940-9

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). LAMPIRAN VII PP RI No. 22 Tahun 2021. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, 1, 1–5.

Pratama, A., & Sofyan, A. (2020). BANDUNG MENGGUNAKAN WRFCHEM DATA ASIMILASI PM 10 AIR POLLUTION DISPERSION ANALYSIS IN BANDUNG CITY USING

WRFCHEM DATA ASSIMILATION PENDAHULUAN pengaruh penting terhadap kehidupan manusia dan ekosistem . Pencemaran udara berasal pengamatan yang dilakukan o. Jurnal Teknik Lingkungan, 26(April), 19–36.

Sesempuli, Y., Iswanto, B., & Hendrawan, D. I. (2020). Kajian Tingkat Kerusakan Pencemaran the Study of Pollution Degradation Rate. 26, 11–30.

Soefi, R., Ekonomi, F., Gunung, U., & Aceh, L. (2024). Analisis Indikator Dan Standar Penetapan Keluarga Miskin. 3, 38–49.

United States Environmental Protection Agency. (2025). Patient Exposure and the Air Quality Index. United States Environmental Protection Agency. https://www.epa.gov/ozone-pollution-and-your-patients-health/patient-exposure-and-air-quality-index

Zhang, S., Chen, X., Jin, E., Wang, A., Chen, T., Zhang, X., Zhu, J., Dong, L., Sun, Y., Yu, C., Zhou,

Y., Fan, Z., Chen, H., Zhai, S., Sun, Y., Chen, Q., Xiao, J., Song, S., Zhang, Z., … Zhao, W. (2025). The GSA Family in 2025: A Broadened Sharing Platform for Multi-omics and Multimodal Data. Genomics, Proteomics and Bioinformatics, 23(4). https://doi.org/10.1093/gpbjnl/qzaf072

Downloads

Published

2026-10-06

How to Cite

Mahtuah, A., Khairuman, K., & Feby Amanda, M. (2026). Pelayanan Imunisasi Baduta Di Tinjau Dari Aspek Kesehatan Lingkungan Di Wilayah  UPTD Pukesmas Simpang Teritit Kabupaten Bener Meriah. Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara, 1(4), 132-145. https://serambisains.com/index.php/JSKN/article/view/47