Efektivitas Kompos Berbasis Kulit Kakao (Theobroma Cacao L.) Terhadap Peningkatan Kualitas Tanah Pada Tanaman Kangkung  (Ipomoea Reptans Poir)

Authors

  • Noeroel Arham Universitas Abulyatama image/svg+xml Author
  • Erna Savitri Author
  • Lensoni Author

Keywords:

kompos kulit kakao, kualitas tanah, kesuburan tanah, kangkung, pupuk organik

Abstract

Kualitas tanah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Pemanfaatan kompos berbasis kulit kakao menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus memanfaatkan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kompos berbasis kulit kakao dalam meningkatkan kualitas tanah dan menentukan dosis yang memberikan hasil paling optimal pada tanaman kangkung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design pada lima perlakuan, yaitu P0 tanpa kompos, P1 100 g, P2 200 g, P3 300 g, dan P4 400 g kompos per 6 kg tanah. Parameter yang diamati meliputi fertility, moisture, pH, suhu tanah, serta pertumbuhan tanaman. Hasil menunjukkan fertility meningkat pada seluruh perlakuan dan seluruhnya berkategori tinggi pada posttest. P4 memberikan hasil pertumbuhan terbaik dengan 8 tanaman hidup, 20 daun, dan panjang tanaman 30 cm. Disimpulkan bahwa kompos kulit kakao berpotensi meningkatkan kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan kangkung, dengan P4 sebagai perlakuan paling optimal secara deskriptif

References

Arya Bima Senna. (2020). Pengolahan Pascapanen pada Tanaman Kakao untuk Meningkatkan Mutu Biji Kakao : Review. Jurnal Triton, 11(2), 51–57. https://doi.org/10.47687/jt.v11i2.111

Depari, B. P., Sitepu, F. E. T., & Ginting, J. (2018). No Title. 6(2), 244–252.

Haderiah, H., La Taha, L. T., & Rahayu, S. (2024). Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Pupuk Organik. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 24(1), 148–156. https://doi.org/10.32382/sulo.v24i1.480

Ilmiah, K., Meiditasari, R., Pertanian, F., & Jember, U. M. (2016). MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA ( Lactuca sativa ).

Kaliu, S., Indriana, I., Sembilanbelas, U., & Kolaka, N. (2025). Pengaruh Pupuk Kompos Limbah Kulit Kakao terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat ( Ipomoea reptans Poir .). 4.

Kamsurya, Y., Marwan, & Botanri, S. (2022). Peran Bahan Organik dalam Mempertahankan dan Perbaikan Kesuburan Tanah Pertanian; Review. Jurnal Agrohut, 13(1), 25–34. https://doi.org/10.51135/agh.v13i1.121

Khasanah, L., Kimia, J. T., Malang, P. N., Soekarno, J., & No, H. (2022). PENGARUH PENAMBAHAN FABA TERHADAP SIFAT FISIK DAN DERAJAT KEASAMAN ( pH ) KOMPOS. 8(9), 460–468.

Masrizal, T., Ariska, N., & Afrillah, M. (2022). Jurnal Agrotek Lestari Vol . 8 No . 1 , April 2022 Uji Efektivitas Pupuk Kompos Program CSR PT MIFA Bersaudara Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung Darat ( Ipeomea Reptans Poir ) Effectiveness Test The Compost Fertilizer Of PT MIFA Bersaudara C. 8(1), 46–52.

Patty, J. R., Ririhena, R. E., & Leiwakabessy, C. (2023). PEMANFAATAN ABU KULIT KAKAO ( Theobroma cocoa L ) SEBAGAI SUMBER KALIUM DAN TARAF KADAR AIR TANAH BERBEDA PADA TANAMAN JAGUNG ( Utilization of Cocoa Bark Ash ( Theobroma Cocoa L ) As a Source of Potassium and Different Different Levels of Soil Moisture Co. Jurnal Pertanian Kepulauan, 7(2), 104–114.

Tengah, S., Tenggara, S., & Utara, S. (2019). INOVASI TEKNOLOGI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH KAKAO ( Theobroma cacao L . ) SEBAGAI PUPUK ORGANIK. 2(2).

Yani, G. W., Andrikasmi, S., Haura, A. P., Pedrochi, B., & Deansya, Y. (2025). Edukasi Gizi Melalui Penanaman Kangkung ( Ipomoea Aquatica ) Organik di Perkarangan Rumah. 7, 202–211.

Zebua, T., Gulo, S. M., & Gulo, S. S. (2025). Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Kualitas Tanah.

Downloads

Published

2026-08-17

Issue

Section

Original Research article

How to Cite

Noeroel Arham, Erna Savitri, & Lensoni. (2026). Efektivitas Kompos Berbasis Kulit Kakao (Theobroma Cacao L.) Terhadap Peningkatan Kualitas Tanah Pada Tanaman Kangkung  (Ipomoea Reptans Poir). Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara, 1(3), 55-66. https://serambisains.com/index.php/JSKN/article/view/28